weblogUpdates.ping Jual komik lama / komik bekas / buku bekas online http://www.kinantikomik.com/ Blog - Komik bekas - Cari komik - Jual Komik - Novel Bekas buku bekas Murah Langka Online!: Sinopsis Komik Sabbath Café

Sinopsis Komik Sabbath Café

Sabbath Café : Cerita tentang Kesendirian
“…if a child lives with acceptance and friendship, he learns to find love in the world” begitulah kalimat terakhir dalam puisi yang ditulis Dorothy Law Nolte. Mungkin sepotong kalimat itu akan jadi kenyataan dalam hidup Dai Yonogi apabila ia punya masa kecil yang berbeda. Namun kenyataan berkata sebaliknya. Masa lalu yang penuh trauma, membuat Dai selalu menghindari orang lain dan menganggap kesendirian sebagai hal yang terbaik.

Komik 6 seri ini bercerita tentang Dai Yonogi, remaja pria berkebangsaan Jepang yang menghabiskan masa kecilnya di Chicago, Amerika Serikat. Sang ibu, Rinko Yanagi, berkali-kali menitipkan Dai pada beberapa teman karena harus bekerja sebagai pemain piano di klub-klub malam. Dai biasanya ditinggal selama 4-5 hari sebelum Rinko menjemputnya kembali.

Suatu saat, Rinko menitipkan Dai pada temannya yang lain, yaitu Ken Jogasaki, seorang pria berkursi roda. Ketika setelah seminggu berlalu ia tidak juga dijemput, barulah Dai tahu bahwa Ibunya meninggal karena terlalu banyak mengkonsumsi minuman keras. Ken kemudian menjadi orang yang sangat penting bagi Dai, karena ia-lah orang pertama yang tinggal bersamanya lebih dari 4-5 hari. Ia juga yang mengajarkan baca-tulis dan program komputer karena – akibat hidup berpindah-pindah – Dai belum pernah sekolah.

Dai memiliki memori yang luar biasa kuat, dan saat tinggal bersama Ken, ia menciptakan software game Sabbath Child yang dibeli perusahaan software seharga satu setengah juta dolar. Ia pun menjadi bocah kaya raya. Sabbath Child ini sebenarnya keinginan terpendam Dai untuk menjadi anak yang bahagia. Inti permainannya adalah menemukan Sabbath Child (Anak yang lahir di hari Minggu), yang dipercaya selalu dikelilingi oleh cinta dan kasih sayang.

Setelah Ken meninggal, Dai pindah ke negeri asalnya untuk memulai hidup baru. Ia tinggal sendiri ditemani sebuah komputer yang telah diprogramnya untuk menjawab dan bertanya seperti Ken.
Cerita pada komik ini bermula pada saat Dai Yonogi berusia 13 tahun, memasuki kelas 2 SMP di St.George International School. Sebagai anak baru, Dai sangat tertutup dan merahasiakan kehidupannya. Ia tidak perduli dengan masalah yang dihadapi teman-temannya. Bahkan ia tidak perduli apakah ia punya teman atau tidak!

Jerry Morton, Marty, Omar Bradley, dan Jeany adalah beberapa teman yang menaruh perhatian pada Dai yang misterius. Mereka selalu menegurnya dan mengajaknya ke berbagai acara. Suatu ketika, mereka nekat berkunjung ke rumah Dai karena ingin bertemu orang tuanya. Tak kalah lihai, Dai pun menyewa orang untuk berpura-pura menjadi sebuah keluarga bahagia – meski tak lama kemudian Dai mengakui hal ini pada teman-temannya.

Kesabaran dan kasih sayang merekalah yang membuat Dai pelan-pelan membuka diri. Saat ia mengacuhkan Marty yang boneka-boneka ciptaannya dibuang oleh ayahnya, Marty tidak marah. Ia malah berbalik menanyakan apakah Dai baik-baik saja. Atau ketika ia tiba-tiba kembali ke Chicago, Jerry – yang paling dekat dengan Dai – menyusulnya dan membantunya keluar dari perangkap masa lalu – meski dalam prosesnya, mereka bertengkar hebat. Melalui teman-temannya, ia berusaha menerima keberadaan orang lain, serta menumbuhkan rasa perduli terhadap mereka.
Dan ketika Mr.Barnes, direktur perusahaan software tingkat dunia, memintanya menciptakan software game yang lain, ia pun berkata “Anak yang bermain di dunia impian dan menjadikan mesin sebagai teman, sekarang sudah hilang. Sekarang saya berdiri dengan kaki saya sendiri di dunia yang nyata, saya menyukainya. Akhirnya kini, saya mendapatkan kehidupan yang tak memerlukan khayalan atau kebohongan lagi. Hari-hari saya terasa begitu menyenangkan”.
Mengikuti saran Jerry, Dai akhirnya kembali ke Jepang dan melanjutkan sekolah di St.George. Kini, ia tidak merasa kesepian seperti dulu lagi dan punya keinginan dalam dirinya : menemukan neneknya yang masih hidup. Namun, ternyata semua tidak semudah bayangannya. Neneknya tidak mengakui ia punya cucu dan mengusirnya.

 

Info